Delapan Kebohongan Yang Dikatakan Guru di Sekolah & Kenyataannya :
- Kami disini untuk membantumu memahami pelajaran. Kenyataannya : Kami disini untuk memaksamu menghapalkan pelajaran. Jika kamu tidak bisa, kami akan menghukummu atau tidak meluluskanmu dalam ujian
- Kamu akan punya waktu belajar dan istirahat yang cukup. Kenyataannya : Pelajaran- pelajaran disampaikan dengan waktu yang tak pernah mencukupi. Beberapa guru memaksa kami untuk mengurangi waktu istirahat dan kami tak punya pilihan lain. Guru selanjutnya juga tak mau mengerti bahwa waktu istirahat kami berkurang karena dipotong jam pelajaran sebelumnya, kami harus tetap masuk kelas berikutnya tepat pada waktunya.
- Seragam sekolah dimaksudkan untuk menghindari diskriminasi. Kenyataannya : Kami tetap terdiskriminasi. Para murid masih bisa dibedakan berdasarkan kelas sosialnya masing- masing. Mungkin kami memakai seragam sekolah yang sama, tetapi kami tetap bisa berlomba- lomba untuk terlihatkan menjadi yang paling kaya atau yang paling miskin melalui sepatu, gadget, sepeda motor, atau yang lainnya.
- Kalian harus menguasai semua pelajaran, itu penting untuk bekal masa depan. Kenyataannya : Hampir tidak ada satupun guru itu sendiri yang menguasai semua pelajaran, kan ? Kalau tidak percaya, tanyalah guru Bahasa inggris ? Kecil kemungkinan dia menguasai pelajaran Matematika atau Fisika. Ajak guru Kimia untuk mengikuti tes olahraga, nilainya belum tentu sebaik temanmu yang jago olahraga tetapi buruk nilai Kimia nya. Di dunia nyata, tak ada satupun pekerjaan yang membutuhkan semua kemampuan, semua nilai baik dalam semua mata pelajaran. Di dunia kerja, jika kamu mengetahui semuanya, itu sama artinya dengan kau tak menguasai semuanya. Setiap orang memiliki kecerdasannya masing- masing yang unik dan berbeda. Sedangkan sekolah berusaha menyeragamkannya dan hanya memperbolehkan kita mengikuti "satu jalan". Sesuatu yang telah ditentukan dan seragam. Sekolah mungkin mengajari kita cara berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan lainnya. Namun pada akhirnya yang terjadi : Semua diukur dengan ujian ! Semua jawaban kita dalam ujian, sehebat apapun cara kita menjawabnya, selama tak sesuai dengan kunci jawaban, para guru akan memberi kita tanda merah dan mungkin membuat kita tidak lulus ujian atau remidial. Di sekolah, yang dianggap pintar adalah yang bisa menyelesaikan soal- soal bukan mereka yang menyelesaikan persoalan
- Merokok tidak baik untuk kesehatan dan tidak diperbolehkan disekolah. Kenyataannya : Beberapa guru merokok di kantin, di depan kelas, sambil memesan kopi hitam. Sedangkan kami ? -silahkan kalian jawab sendiri
- Kalian adalah angkatan terburuk sepanjang sekolah ini berdiri ! Kenyataannya : Kalimat itu hampir diucapkan hampir setiap tahun pada semua angkatan. Tidak ada angkatan yang baik diantara kami- dimata mereka.
- Lebih dari kalian, guru- guru berharap kalian sukses dalam ujian nasional. Kenyataannya : Mereka takut ditegur kepala sekolah atau bahkan Kementrian Pendidikan jika salah satu diantara kami tak lulus ujian nasional. Mereka akan dianggap tidak becus dalam mengajar.
- Kami tidak membutuhkan uang kalian. Kenyataannya : Setiap kali membangun ruangan baru, uang gedung dibebankan pada SPP bulanan. LKS dijual setiap semester dan kami wajib membelinya. Buku- buku teks pelajaran ditentukan agar "seragam" dan membeli langsung dari guru lebih baik karena akan mendapat potongan harga dan namanya akan dimasukkan list khusus yang entah berfungsi apa.
Dan mungkin masih banyak lagi.
"Lantas, mari kuceritakan sesuatu yang sering diucapkan oleh masyarakat tentang apa yang harus kita lakukan : Kamu harus sekolah agar bisa memasuki dunia kerja, dengan bekerja kamu akan memiliki kesejahteraan. Kamu bisa hidup mapan ! Kita segera tahu apa kata kuncinya. UANG. Sekolah penting karena kita membutuhkan uang pada saatnya nanti. Dan uang hanya datang pada mereka yang mendapatkan pekerjaan. Sementara pekerjaan hanya bisa diperoleh dengan seperangkat ijazah dan sertifikat. Sekolah adalah tempat untuk mendapatkan kertas- kertas itu"
Benarkah ? Coba pikirkan dan renungkan kembali definisi dari sekolah. Untuk apa kita bangun pagi hari lalu kita seperti terhipnotis untuk datang lagi kesekolah, jika hanya untuk mendapatkan tugas- tugas baru ? Ahh~
Dikutip dari buku "TAK SEMPURNA" karya Fahd Djibran dengan pengubahan seperlunya.
*Baca, cermati, pikirkan, baru beri tanggapan* ^^

