Benar ini bukan salahmu. Toh ini adalah keinginanku sendiri yang lebih memilih terus bermain api denganmu dan jika pada akhirnya aku juga yang terkena percik api; bukan salahmu
Tapi salahkah bila aku meminta satu hal ? Tentang perasaan ini ? Mengapa tak kau lakukan sesuatu untukku ? Mengapa kau lebih memilih diam dan terus mengabaikan ?
Mungkin ini juga bukan urusanmu, bila aku terus mencintai dan terus 'mengemis' padamu ? Bukankah yang lelah nanti juga aku ? Yang merasa terluka juga aku ? Iya benar semua yang berbau luka juga akan kembali padaku. Tapi apa benar tak ada sedikitpun belas kasihan darimu untukku ?
Ah andai saja kau bisa menghentikan semua diam semua pengabaianmu. Walau memang sesungguhnya diam itu baik, tapi tidak untuk kali ini. Jika kau tak bisa mengatakan apapun dalam hatimu, setidaknya perlakukanlah aku layaknya manusia yang butuh perhatian bukan terus diabaikan.
Benar tak seharusnya aku memaksakan kehendakku. Tentu kita sama-sama mempunyai alasan. Kamu punya alasan untuk mengabaikan, sebagaimana aku yang mempunyai alasan bertahan dalam pengabaian.
Selintas terlihat betapa bodohnya aku. Tapi tidak jika kalian tau seberapa besar cinta itu. Mungkin jalan pikiranku tengah berkata bahwa ini adalah bagian dari pengorbanan. Walau pada akhirnya nanti akan ada ujung dari semua pengorbanan ku.
Yaa, kalau saja ada yang mampu membangunkanku, menyadarkanku dari mimpi-mimpi indah saat berangan bersamamu. Mungkin aku tak akan lagi berlama-lama mengusik hidupmu, mencampuri hidupmu seolah-olah aku amat berhak atas hidupmu. Aku yang pejuang keras atau aku tak tau diri ?
Apakah mungkin seharusnya kamu mengerti aku, kamu memahami aku. Tidak tidak itu berlebihan. Aku hanya ingin satu hal, berhentilah mengabaikanku; sebisamu~
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar