Matamu tajam penuh ketenangan,
tapi sayang bukan untuk menatapku
Suara mu merdu nan menyejukkan,
tapi sayang tidak untuk memanggilku
Senyummu indah mendamaikan,
tapi sayang itu juga bukan untukku.
Angin mengajarkan tentang rasa
Ia tak sepenuhnya harus berdua
Tak selamanya ia akan bersama
Jika memang bahagia bukanlah takdirnya
Hujan pun menyadarkan tentang cinta
Yang tak hanya aku sebagai pemeran
Ada kamu dengan hatimu yang ikut berperan
Namun nyatanya cerita indah memang bukanlah akhirnya
Bagai pohon tanpa dahan
Bagai daun kekeringan tanpa hujan
Kosong tiada dan hampa
Itulah pada akhirnya
Menyesal dengan kisah
Itulah perasaannya
Pedih mencekam penuh luka
Itulah rasanya
Tiada cahaya tanpa suara
Itulah akhir dari pengharapannya
Maka si kancil pun kembali pergi. Tanpa harapan lagi. Membawa luka dan pedih seorang diri. Ketika doa serta asa untuk sang elang takkan pernah bersua.
yg dimaksud elang itu dhimas rio ya ?
BalasHapusknp jd dimasrio ? ini sapa ?
Hapushanif pernah bilang ke dimas elangnya temenku haha
Hapushaha beda elang mungkin. ini sapa ?
Hapus